Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini : Yang Related Jadi Emosional, Yang Gak Related Tetap Berkesan

—sedikit spoiler alert—

Semua keluarga punya rahasia

Sejak kemunculan teaser pertama dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (selanjutnya disingkat menjadi NKCTHI) yang nampilin karakter Awan, aku jadi tertarik buat tahu lebih jauh tentang film ini. Apalagi dengan latar lagu Hindia, oke banget.

NKCTHI Teaser #1 : Awan

Muncullah teaser kedua tentang Aurora, anak tengah. Dengan diiringi lagu Isyana Sarasvati di album yang beneran baru cetul dan karakter yang kelihatan kelam, aku sudah memutuskan buat beli tiket filmnya.

NKCTHI Teaser #2 : Aurora

Padahal, teaser ketiga belum keluar. Pas si sulung a.k.a Angkasa tayang, kok aku jadi sedih lihat teaser-nya ditambah lagu latar dari Sisir Tanah yang melankolis.

NKCTHI Teaser #3 : Angkasa

Walaupun aku bukan pembaca buku NKCTHI dan pada awalnya biasa aja denger kabar filmnya. Ketiga teaser tadi mengubah pikiranku jadi pengin cepat-cepat nonton. Sampai-sampai aku meracuni beberapa temanku buat nonton teaser NKCTHI dan merekomendasikan buat ditonton kalau bisa. Kenapa?

Film NKCTHI ini adalah film keluarga yang ceritanya kalau dilihat secara sekilas dekat dengan keluarga-keluarga kita. Film ini mengangkat kisah keluarga dari semua sudut pandang, lengkap. Dari orang tua, anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Tapi kalau ditelusuri lebih dekat dan karena fokusnya peran dari tokoh yang ada, membuat film ini bisa jadi mengeluarkan dua hasil : yang related dan yang gak related sama karakter tokoh terutama para anak.


Singkatnya film ini nyeritain sebuah keluarga kecil yang terdiri dari Ibu (Susan Bachtiar & Niken Anjani), Ayah (Donny Damara & Oka Antara) dengan anak-anak mereka. Si sulung Angkasa (Rio Dewanto, Sinyo Riza, & M. Adhiyat). Anak tengah Aurora (Sheila Dara, Nayla D. Purnama, & Syaqila Afiffah Putri). Si bungsu Awan (Rachel Amanda & Alleyra Fakhira).

NKCTHI 3
Masa kecil. Disadur dari instagram @filmnkcthi

Keluarga mereka terlihat baik-baik saja, tapi ada sesuatu yang rasanya tak bisa terungkap dari masing-masing anak. Angkasa yang merasa terbebani dengan apa yang ayahnya haruskan ia lakukan sebagai Sulung. Aurora yang sejak kehadiran Awan rasanya tak pernah mendapat perhatian ayahnya. Dan Awan yang hidupnya selalu merasa diatur oleh keluarganya bahkan di teaser, Aurora mengatakan kalau Awan pusat dunia. Dengan keadaan yang terlihat biasa saja, keluarga ini nyatanya punya rahasia yang bisa mengubah keluarga mereka.


Yap. Bagi tim related dengan tokohnya mungkin akan sangat emosional dengan masing-masing peran. Sayangnya aku… kurang merasa related #TimGakRelated:( dengan karakternya, meskipun begitu aku sangat menikmati filmnya. Cerita film ini tetap dekat denganku namun persoalan yang ada tidak. Keluargaku atau aku sendiri memiliki persoalan lain yang menyebabkan aku jadi gak related. 

Dengan visual yang calm membuat film ini terasa ringan dan indah. Kesan warna yang adem buat dipandang.

Alur maju mundur di film ini juga pas banget dikemasnya. Perpindahan scene masa kini dan masa lalu menurutku mulus dan tepat. Aku dibawa menyelami alasan kenapa Angkasa bisa membuat mimik kesal saat diminta ayahnya jemput Awan di kantornya dari masa lalunya. Aurora yang kelihatan gak connected sama keluarganya sendiri. Atau Awan yang mulai ngelawan dengan kemauan ayahnya.

nkcthi-2.png
Angkasa, Ibu, Awan, dan Aurora. Disadur dari instagram @filmnkcthi

Para pemain yang mengisi tokoh-tokoh di film ini juga bagus banget mainnya, Sheila Dara salah satunya yang mungkin sedikit banyak mewakili perasaan anak tengah di luar sana. Dan aku sangat mengapresiasi satu karakter pembantu yang cukup membawa warna dalam film ini, Kale alias Ardhito Pramono. Scene dan Dialog dia dengan Awan itu kerasa natural banget.

Kehadiran Kale pun ternyata juga memberikan sebuh nilai yang aku ikut angguk-angguk walaupun direvisi dikit. Kebahagiaan itu tanggung jawab masing-masing, gak bisa digantungin ke orang lain. Yup, I agree! Tapi bisa kok saling melengkapi haha.

Satu lagi yang benar-benar aku apresiasi dari film ini, musiknya. Bagi pecinta musik-musik sejenis Kunto Aji yang melankolis gitu pasti suka banget sama semua soundtrack yang ada. Baru mulai monolog film telinga sudah disuguhi lagu Rehat, langsung ambyar.

Terus semua lagu yang ada di teaser pun muncul kembali di menit-menit yang pas. Paling pecah pas lagu Hindia, Secukupnya menyuara di adegan klimaks. Paling sedih dengerin lagu Isyana Sarasvati, untuk hati yang terluka karena melodinya dan liriknya dalem. Terus lagu Sisir Tanah, Lagu Pejalan pun gak kalah bikin sendu suasana. Salut sama yang milih lagu, tapi balik lagi ke selera masing-masing. Aku pribadi sangat amat menikmati soundtrack yang ada. Bahkan lagu Ardhito Pramono yang aku biasa aja, lewat fine today kok asik ya haha.

nkcthi-1.png
Awan dan Angkasa. Disadur dari instagram @filmnkcthi

Nah, tapi ada juga yang mengganjal hati dan membuatku mengernyit heran di beberapa adegan. Mungkin aku kelewat atau gimana sampai gak ngerti sama adegannya atau merasa gak seharusnya adegan itu kayak gitu.

Saat scene Awan kesenggol motor dan ibunya yang ngejemput lihat. Langsung tuh digotong ke mobil, tapi anehnya orang-orang disekitarnya, entah apa yang merasuki mereka. Adegan berantem di pameran juga ganggu banget haha cuma jadi bantu ngeluarin emosi anak tengah.

Terus yang baru kepikiran juga setelah diskusi dengan temanku si pecinta film Irma a.k.a Mair (Hi lol) si Ibu itu sedikit mengesalkan karena dia meledak di ujung sahaja bak pahlawan kesiangan. Untung masalah terselesaikan.

Ending film ini kerasa feel good karena ya tonton aja sendiri, cukup adem.

Thanks to Marcella FP (yang pada suatu momen, tulisannya sangat membangun semangat diri) sudah menjadi inspirasi cerita. Juga kepada Angga Dwimas Sasongko, film pertamanya yang kutonton tapi sangat berkesan (apalagi dibuat pakai hati). Dan semua yang terlibat di film ini.


Sebuah keluarga memang bisa sekompleks itu. Dengan keluarga di NKCTHI ini yang aku anggap masih normal aja bisa punya masalah yang pecah gitu. Penggambaran satu persatu karakter yang mewakili anak pun menggambarkan sedikit banyak perasaan Sulung, Tengah, dan Bungsu di luar sana.

Tugas orang tua pun juga berat. Sebagai orang tua, apalagi punya anak lebih dari satu, mereka harus bisa adil dalam afeksi. Sisip sedikit, bisa jadi ada yang merasa gak dianggap. Kelewatan sedikit, bisa jadi dianggap ngasih beban yang berat. Terlalu menuruti, bisa jadi ada kecemburuan pada saudara sendiri. Ribet deh.

Mungkin kuncinya ada di komunikasi. Kalau komunikasi dijalin dua arah, jujur, terbuka mungkin banyak masalah yang bisa diminimalisir atau mungkin gak ada. Susah tapi pasti bisa.

Dari NKCTHI ini aku jadi lebih mengerti gimana perasaan yang ada di keluarga. Mungkin aja kakak-kakakku sebenernya merasakan hal yang sama cuma karena gak dikasih tahu jadi keliatan biasa aja.

Walaupun kurang related film ini tetap layak banget ditonton karena ceritanya ringan dan dekat dengan kita. Setidaknya kalaupun gak related kamu bisa dapetin banyak hal positif yang aku ungkapin tadi.

Selamat menonton!

Ticket Rating NKCTHI-01

indra kurniawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s