Memories of Murder : Dari Kisah Nyata Pembunuhan Berantai Hwaseong

Pada tanggal 15 September 1986 sampai dengan 3 April 1991 terjadi kasus pembunuhan berantai di Korea Selatan dan diberi nama Pembunuhan Berantai Hwaseong yang terjadi di Hwaseong, Provinsi Gyeonggi. Para korban adalah perempuan dengan rentang usia 14-71 tahun. Mereka tercekik, diperkosa, dan dibunuh dengan pakaian masing-masing korban. Kasus pembunuhan berantai ini pun masih belum ditemukan pelakunya.

gawnVe9cFowdoDLo9Pok12NTw39
Poster film Memories of Murder sumber : di sini

Di tahun 2003, muncul film berjudul Memories of Murder besutan sutradara Bong Joon-Ho yang mengangkat cerita dari kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong ini. Dengan kisah nyata yang menjadi dasar cerita dari film ini, Memories of Murder mendapatkan banyak penghargaan yang di antaranya ada Best Film di Chunsa Film Art Award dan penghargaan lainnya, Best Director di Busan Film Critics Award, dan penghargaan lainnya di tingkat nasional maupun internasional. Memang sebagus apa sih ceritanya?


Cerita dibuka dengan ditemukannya sebuah mayat wanita berbaju merah yang dibelit oleh pakainnya sendiri di sebuah gorong-gorong. Tangan diikat kaus kaki dan kepala ditutupi dengan celana dalam korban. Sayangnya, tidak ditemukan bukti apapun yang bisa menuju ke pelaku pembunuhan tersebut.

2602e87073994ab7ed04c347549f0c55
Adegan pembuka Memories of Murder, sumber : di sini

Detektif Park Doo-man (Song Kang-ho) dan rekannya Cho Yong-koo (Kim Roi-ha) menangani kasus ini dan menemui jalan buntu tentang pelakunya. Kasus yang sama terjadi lagi dengan motif yang sama di tempat berbeda. Detektif Park berusaha mencari pelakunya dengan mengumpulkan calon tersangka dan mendeteksi mereka dengan menatap mata orang tersebut. Detektif Park percaya kalau kesalahan dapat dilihat dengan adanya kontak mata. Sayangnya, usaha Detektif Park sia-sia.

Hingga pada akhirnya, seorang detektif dari Seoul bernama Seo Tae-yoon (Kim Sang-kyung menjadi sukarelawan untuk membantu menuntaskan kasus pembunuhan yang terjadi di Hwaseong ini. Juga detektif senior Shin Dong-chul (Song Jae-ho) pun turun tangan untuk kasus ini. Detektif Seo adalah detektif yang percaya dengan data dan dokumentasi sehingga dia mencari tersangka melalui catatan-catatan yang ada.

Pembunuhan-pembunuhan lain terjadi lagi, namun kasus ini membuat Detektif Park tak sabar sampai dia membuat skenario “pelaku yang dipaksa” agar kasus ini tuntas. Namun Detektif Seo tidak setuju dan terus melakukan pencarian tersangka. Hingga akhirnya mereka menemukan sebuah motif dan kondisi yang digunakan tersangka dalam kasus pembunuhan ini walaupun sayangnya masih tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh tersangka.

Sebuah awan terang kecil setidaknya menyinari kasus mereka yang tadinya suram. Tapi, apakah mereka berhasil memecahkan kasus pembunuhan berantai tersebut?


Sebuah film dengan intensitas ketegangan yang cukup sempurna. Di menit-menit awal memang kita sudah disuguhi dengan sebuah temuan mayat, namun dengan kemunculan adegan mendadak tersebut, ketegangan belum muncul karena kita belum mengetahui apapun.

Dengan bertambahnya korban dan semakin membesarnya kasus pembunuhan berantai tersebut, ketegangan baru meningkat. Puncaknya adalah ketika motif pembunuhan berantai tersebut terkuak dan membuat aku menjadi tegang dan menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya dan siapa pelakunya.

e0d2b2c0a567b1039a8ffb26f9eb4800
Cho Yong-koo, Detektif Park Doo-man, Detektif Seo Tae-yoon, dan Detektif senior Shin Dong-chul, sumber : di sini

Akan tetapi, dalam ketegangan yang dibangun, adegan-adegan yang dibangun tidak melulu membuat kita tegang terus-terusan. Dengan percakapan-percakapan dari Detektif Park dan rekannya, atau tingkah konyol dari rekan Detektif Park cukup menyeimbangkan warna film yang pada dasarnya suram ini.

Memang di babak akhir film, kita disuguhi dengan motif pembunuhan dan dugaan tersangka yang bisa saja membuat kita percaya 100% bahwa orang itulah tersangkanya. Bong Joon-ho seakan memberi jawaban di awal babak akhir lalu di perjalanannya menebar benih kebingungan akan jawaban itu. Apakah memang dia yang membunuh para korban? Jadi gak yakin.

memories-2b
Adegan akhir di tempat bermula, sumber : di sini

Kebingungan itu sebenarnya akan cukup terjawab dengan adegan terakhir saat terjadi percakapan antara anak kecil dan Detektif Park serta cara yang dia pakai dalam mendeteksi tersangka. Jika kalian sudah menonton film ini dan penasaran dengan adegan tersebut yang menurutku adalah salah satu makna cerita yang dibawa dalam film ini, mungkin bacaan ini dan ini bisa sedikit menjadi jawaban kita bersama.

Latar tempat cerita ini ada di Korea dengan latar waktu di tahun 80-an menambah rasa tegang saat korban-korban lain muncul. Keberhasilan tersebut didukung oleh visualisasi yang khas dan banyaknya tempat-tempat yang diselimuti hutan-hutan dan padang rumput yang cukup luas. Itu menyebabkan penggambaran tersebut terasa sangat realistis dengan apa yang terjadi dan membuat film berdasarkan kisah nyata ini benar-benar terasa seperti reka ulang dari peristiwa tersebut.

tenor (2)
Look! What a scenery. 80’s portrayal.

Memories of Murder disusun oleh adegan-adegan yang halus sedari awal film. Adegan-adegan tersebut menanjak pada waktunya dan membuncah di waktu yang tepat namun meninggalkan kita pada jawaban yang menggantung. Adegan terakhir mungkin menjadi sedikit jawaban penjelas untuk inti cerita yang dibawa dari kisah nyata ini walaupun apa yang aku dan kalian artikan dalam beberapa menit adegan tersebut bisa saja berbeda.

Bong Joon-ho, sutradara film ini sendiri sudah membuat beberapa film antara lain Mother, Snowpiercer, Okja, dan yang terbaru adalah Parasite. Film ini membuatku ingin menonton film-film besutan Bong Joon-ho lainnya. Sebuah pembuka yang bagus untuk menelusuri karyanya yang lain (terutama Parasite yang dikatakan apik oleh banyak penonton).

tenor (1)
Approved!

Terakhir, apa maksud dari Memories of Murder? Saksikan sendiri dan temukan jawabannya.

He just… looked like any other guy.

Iklan

One thought on “Memories of Murder : Dari Kisah Nyata Pembunuhan Berantai Hwaseong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s