Motion Things

Ngomongin Podcast

Sering nonton Youtube? Nontonin berita, video musik, atau sekadar vlog jalan-jalan yang memanjakan mata lewat visual yang ditawarkan. Bagaimana kalau Podcast? ‘Apaan tuh?’


Sebuah konten audio yang dulu merupakan akronim dari iPod Broadcasting tapi bukan berarti hanya bisa diakses lewat iPod saja, tapi bermacam media. Mirip-mirip radio tapi konten Podcast bukanlah konten yang tayang terus menerus laiknya siaran radio. Konten Podcast lebih mirip ke konten Youtube namun versi suara saja. Kita dapat mengakses konten Podcast sesuai selera kita kapan saja dan di mana saja selagi tidak dihapus hehe.

Akhir-akhir ini, penetrasi Podcast cukup marak di Indonesia. Aku tidak tahu apakah memang dulu di Indonesia sudah ada yang mengenal Podcast (yang sudah ada sejak 2001) atau memang baru-baru ini saja booming. Walaupun belum sebanyak konten-konten Podcast seperti di luar negeri, isi konten yang ditawarkan oleh Podcaster Indonesia sudah cukup beragam mulai dari yang serius seperti ngebahas bisnis sampai yang receh sekadar ngobrol topik keseharian.

Berdasarkan survei yang dilakukan Daily Social tahun 2018, dari 2018 narasumber, lebih dari 60% orang Indonesia mengetahui apa itu Podcast dan dari yang mengetahui tersebut, lebih dari 80%-nya mendengarkan konten Podcast 6 bulan belakangan. Itu menunjukkan kalau Podcast mulai berkembang di Indonesia.

Aku sendiri mulai mengenal Podcast sekitar 1,5 tahun lalu namun tidak terlalu sering mendengarkan. Ada juga beberapa teman yang suka mendengarkan Podcast karena memiliki konten motivasi baik ke diri maupun bisnis yang bagus atau sekadar hiburan dengan mendengar konten cerita.

Dengan berkembangnya Podcast di Indonesia di samping menjamurnya konten Youtube, menurutku sendiri, Podcast masih sangat bisa bertahan. Bagi orang-orang yang gak nyaman direkam lewat kamera tapi punya unek-unek untuk dikeluarkan, Podcast bisa jadi jawabannya. Bagi pendengar pun, jika tetap ingin ngelakuin beragam hal lain sambil dapetin insight baru, Podcast juga bisa jadi jawabannya.

Apalagi, orang Indonesia atau orang secara general suka sekali ngomong mulai dari hal yang gak penting sampai penting. Apapun obrolannya asal menarik, ada saja pendengarnya. Ngedengerin Podcast pun serasa lebih personal karena si Podcaster-nya ngomong seperti hanya pada kita saja. Jadi seringnya apa yang kita dengar di Podcast bisa jadi sangat diserap oleh kita.

Beberapa Podcast yang pernah kudengar dari mulai yang receh sampai serius tapi kebanyakan hanya satu-dua episode saja yang didengar seperti Podcast Subjective, Mudacumasekali, Postinor, Podcast Besok Senin, Podluck Podcast, Podcast Buku Kutu, dan lainnya. Media untuk ngedengerin Podcast pun banyak. Bisa lewat Spotify, Apple Podcast, Soundcloud, Anchor, Castbox, dan mungkin ada aplikasi lainnya.

Angka pendengar Podcast belum sebanyak Youtube memang karena pada dasarnya walaupun orang suka ngobrol, penetrasi media visual terkadang lebih cepat diterima ketimbang suara saja. Tapi, kalau konten ‘obrolannya’ yang dibuat sangat menarik dan relate dengan diri dan kebutuhan kita, gak ada salahnya mencoba dengar satu Podcast. Siapa tahu ketagihan ya, kan?

Source: http://suarane.org/5-alasan-kenapa-podcast-adalah-masa-depan-konten/

indra kurniawan

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ngomongin Podcast

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s