Motion Things

Memulai Hidup Minimal, Diisi dengan Maksimal

Dari Oxford Dictionary Online

Minimalism /ˈmɪnɪməˌlɪz(ə)m/ noun

3 Lacking decoration or adornment; deliberately simple or basic in design or style.

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Minimalis mi.ni.ma.lis

a berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik


Suatu waktu di hari yang cerah di bulan November 2018 tanpa kegiatan apapun, badan tidak ke mana-mana tapi pikiran berkeliaran. Kelebatan ide-ide berjalan masuk ke pikiran. Mulai dari menulis mimpi, menulis cerita, memperbaiki CV, sampai menulis blog. Hal yang terakhir tentu harus memiliki topik apa yang harus ditulis, kan? Lagi-lagi pikiran mencari jawaban. Sebuah ide lain muncul tentang minimalis.

Aku suka beres-beres, namun beberapa bulan belakangan, beres-beresku menghasilkan buangan yang cukup besar. Ternyata banyak sekali barang-barang yang sebenarnya tidak perlu disimpan namun masih bertengger di dalam lemari. Barang-barang tersebut kebanyakan kertas-kertas ujian di kampus/coretan, brosur seminar, kotak bekas, atau barang yang sudah rusak. Rasanya kamar yang sudah sempit jadi semakin sempit ketika menyadari barang-barang tersebut masih ada. Terlalu sayang sepertinya aku membuang semua itu sebelumnya.

Agak terlambat memang menyadari gaya hidup minimalis tapi syukurlah aku masih menyadarinya. Konsep gaya hidup ini sudah populer di luar negeri, aku pun menyadari hal ini ketika menonton kanal YouTube dari Matt D’Avella dan Lavendaire yang juga mengadopsi gaya hidup minimalis ke kehidupan pribadi mereka.

Gaya hidup minimalis buatku adalah memiliki barang seminimal mungkin dalam artian sudah mengisi kebutuhan tapi diisi dengan barang-barang yang semaksimal mungkin terutama dari segi kualitas. Kalau aku butuh tas ransel, aku membeli satu saja yang punya kualitas bagus agar bisa awet bertahun-tahun. Kalau aku butuh sepatu olahraga, aku membeli satu saja yang punya kualitas bagus agar tahan lama saat dipakai. Dengan begitu, barang-barang yang aku punya sudah seminimal mungkin tapi bernilai semaksimal mungkin. Selain bermanfaat mengurangi terlalu banyak barang yang tidak dibutuhkan, dengan begitu juga aku dapat menghemat uang.

Jika barang yang kita beli berkualitas tinggi, secara sadar atau tidak sadar, kita akan menjaga barang itu dengan lebih hati-hati. Artinya, kita menambah lifetime barang tersebut yang secara default sudah tahan lama menjadi lebih panjang umurnya. Implikasinya tentunya kembali ke poin tadi, barang yang kita punya sedikit namun berkualitas dan menghemat uang.

Manfaat lainnya adalah membuat ruangan/kamar/tempat tinggal kita menjadi semakin nyaman untuk ditinggali dan membuat pikiran kita lebih lega karena tidak sumpek melihat banyak barang yang sebenarnya tidak perlu ada.

Sekarang, aku masih baru memulai untuk menerapkan gaya hidup minimalis tersebut. Aku mulai banyak membuang barang yang tidak perlu, menyusun barang-barang ke tempat yang sesuai dengan rapih, serta membeli barang sesuai kebutuhan tapi memiliki nilai yang maksimal. Agar bisa konsisten pun aku sering menonton/membaca konten-konten yang mendukung gaya hidup minimalis ini.

Konsep minimalis ini pun tidak hanya ingin kuterapkan dalam kepemilikan barang-barang tapi juga ke dalam nilai hidup. Memiliki pemikiran menjadi cukup itu sudah cukup membuatku tidak terlalu stres memikirkan hal-hal menjadi suatu ambisi yang sangat besar. Cukup berarti semua kebutuhan terpenuhi dengan nilai kualitas yang tinggi namun tidak terlalu berlebihan. Penerapan ini lebih kepada hal-hal di luar barang-barang seperti karir, keluarga, keuangan, dan kehidupan secara umum.

Karena aku percaya sesuatu yang berlebihan kadang memiliki efek samping yang bisa jadi buruk untuk pribadi kita secara jasmani maupun rohani. Tapi dengan menjadi cukup, kita lebih menghargai semua yang hal datang ke hidup kita.

Kalau kalian, gaya hidup apa yang kalian terapkan untuk menjalani hidup ini?

indra kurniawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s