Kisah tentang ‘Lady Bird’

Sacramento

Jarang sekali aku sedih setelah menonton film. Biasanya film yang membuatku sedih sudah sedari awal menampilkan cerita yang tertebak sedihnya. Film satu ini berbeda. Film itu berjudul Lady Bird.

21-59-38-Lady_Bird_poster

Lady Bird, seorang perempuan remaja yang bernama asli Christine McPherson (Saoirse Ronan). Dia tinggal di Sacramento bersama keluarganya, Marion, ibunya (Laurie Metcalf), Larry, ayahnya (Tracy Letts), kakaknya, Miguel (Jordan Rodrigues), dan Shelly (Marielle Scott). Lady Bird adalah nama yang dia berikan sendiri untuk dirinya dan nama itu selalu dipakai dimanapun, bahkan di sekolahnya. Keluarga Lady Bird bukanlah keluarga yang kaya, namun juga tidak miskin. Cukup saja. Ibunya lah tulang punggung keluarga mereka dan selalu mengatur hidup Lady Bird. Lady Bird sendiri tidak seperti ibunya dan selalu penasaran akan hal baru yang terkadang membuat hubungan keduanya sering renggang namun selalu baik kembali setelahnya. Selama proses Lady Bird bersekolah hingga lulus, banyak cerita yang dia buat hingga tidak hanya melibatkan dirinya sendiri, namun juga termasuk ibunya.

Kira-kira begitulah yang bisa aku ceritakan sedikit cuplikan dari film ini. Alur yang dibawa dalam film ini menurutku layaknya kehidupan kita sehari-hari, namun pada hal-hal yang tidak terduga atau hal-hal yang baru pertama kali kita alami.

22-00-26-lady-bird-and-mother-1-768x432

Selain itu, yang aku tangkap, cerita ini juga padat akan makna. Pertama, masalah hubungan ibu dan anak. Lady Bird memiliki watak yang sama keras dengan ibunya namun dalam hal yang berkebalikan. Mereka sama-sama menyayangi namun tidak tepat dalam mengungkapkannya atau seperti gengsi. Ibunya tidak pernah memuji Lady Bird walaupun dia ingin, disaat Lady Bird ingin sekali dipuji oleh ibunya. Terkadang, kejadian seperti ini terjadi di kehidupan nyata.

Kedua, hidup adalah kejutan. Terlihat dari Lady Bird yang selalu ingin mencoba sesuatu hal yang baru dan hasil akhirnya selalu memberikan kesan yang berbeda dan tak terduga. Memang benar, apa yang kita jalani terkadang tidaklah sesuai dengan ekspektasi kita yang pasti selalu ingin yang terbaik.

Ketiga, kehidupan remaja. Hal kedua diatas berkaitan juga dengan hal ketiga ini. Lady Bird masih berusia 17 tahun dan usia ini adalah usia remaja yang mana sebagai remaja, kita selalu penasaran akan hal yang belum pernah kita coba. Dan ini lagi-lagi memang nyambung dengan apa yang terjadi di kehidupan kita. Bagaimana kita selalu penasaran, punya sahabat dekat seperti Lady Bird yang bersahabat dengan Julie (Beanie Feldstein), pacaran, dan akhirnya merasakan kerinduan setelah lepas sekolah.

22-01-57-Lady-Bird-750x500

Ya, tiga hal tersebutlah yang menurutku poin dari cerita ini, walau memang banyak sekali poin lain seperti persahabatan, cara kita hidup, atau bahkan hal lain yang berhubungan dengan hidup kita. Dan ketiga poin tersebut terkemas rapih oleh para pemeran yang pandai membuat suasana tersebut hidup.

Pemeran utama Lady Bird, Saoirse Ronan, benar-benar memvisualkan remaja secara umum yang membuat aku merasa bisa tersambung dengan cerita ini. Peran ibunya pun tak kalah penting. Hubungan love-hate tapi sebenarnya memang love antara Lady Bird dan ibunya benar-benar terasa dari setiap adegan interaksi keduanya. Tak terkecuali para pemeran lain seperti ayahnya, kakaknya, Julie sahabatnya, serta para pemain lain menurutku berhasil membangun cerita Lady Bird ini dengan sempurna namun apa adanya seperti kehidupan nyata.

Tak heran jika film ini masuk menjadi nominasi film terbaik pada tahun 2017 walau kalah dengan film lainnya. Namun, dari cerita di film ini, banyak yang bisa kutangkap sebagai refleksi terhadap diriku sendiri, terutama hubungan ibu dan anak. Terkadang ibu kita memang tidak selalu mengekspresikan bentuk sayangnya kepada anaknya secara terbuka. Namun, pada dasarnya ibu, bagaimanapun menyayangi kita apa adanya. Kita pun sebagai anak harus berusaha menjadi yang terbaik untuk ibu kita dan menyayanginya apa adanya pula.

Satu hal menarik terakhir yang menarik perhatianku adalah tentang rumah. Sesenang-senangnya kita merantau untuk kuliah atau berkerja, rumah kita tetaplah tempat kita dibesarkan. Tempat kita tumbuh dan berkembang. Dan juga bersama keluarga kita sendiri. Memang, rumah bisa memiliki pemaknaan berbeda tiap orangnya, namun apa yang tadi kusebutkan bisa menjadi salah satunya dari pandanganku sendiri dan dari cerita yang ada di film Lady Bird ini.

22-02-57-28-lady-bird-ending.w710.h473.2x

Film ini menarik. Cerita yang ringan dan dekat, namun tetap kaya akan makna dan refleksi diri untuk lebih menghargai orang-orang yang ada di dekat kita, terutama keluarga kita. Terutama ibu kita.

[652]

sumber gambar :

wikipedia

https://www.themarysue.com/greta-gerwig-lady-bird/

http://www.vulture.com/2018/01/lady-bird-did-she-make-the-right-college-choice.html

‘Lady Bird’ to Land on Amazon Prime Video Under Exclusive Streaming Pact

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s