Oh Ibu, ‘Holy Mother’

Hola!

Di hari yang cerah ini, aku akan mengumbar kegembiraan setelah menyelesaikan novel keren dengan judul Holy Mother karangan Akiyoshi Rikako.

Sedikit curhatan, ini novel sebenarnya pengen diikutin dari seri pertamanya yaitu Girls in the Dark tapi, setelah novel ini keluar dan reaksi para pembaca yang menjadi bumbu ampuh untuk membuatku memutuskan kalau aku lebih baik membaca yang ini saja untuk pertama kali.

Setelah berbulan-bulan mencari di toko buku diskon, buku ini sudah tiada. Di gramedia sih ada, tapi tetap ngincer yang diskonan. Pada akhirnya, aku berhasil menemukannya di Rumah Buku Bandung seminggu yang lalu. Sepertinya bukunya baru banget di restock makanya sudah nampang lagi di rak bukunya.

Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

Itu dia blurb yang di caplok dari bagian belakang buku Holy Mother ini.

Entah kenapa, sebenarnya aku tidak begitu tertarik dengan cerita misteri. Kayaknya, aku merasa bodoh jika membaca cerita misteri karena ya, tidak bisa menebak apapun. Tapi, mungkin cerita ini adalah pengecualian dan sekaligus perkenalan ku yang pertama dalam pengalaman membaca cerita misteri.

Cerita dibuka oleh cerita dari sudut pandang tokoh utama yang namanya muncul di Blurb, Honami. Dia merupakan seorang ibu yang pekerjaannya adalah sebagai translator. Bab selanjutnya, cerita dituturkan oleh orang kedua yaitu detektif Sakaguchi dan Tanizaki yang sedang ditugaskan menyelidiki kasus yang baru saja terjadi yaitu pembunuhan abnormal di Kota Aiide. Di bab selanjutnya cerita disampaikan oleh sang pembunuh, Tanaka Makoto.

Oke, apakah kalian cukup terkejut? Novel misteri, pembunuhnya sudah ketahuan di bab ketiga. Eits, tujuannya ternyata masih sangat jauh.

Di kota Aiide, yang merupakan kota Bedtown (kota tempat tinggal penduduk, mereka yang bekerja di kota lain dimana mereka menjadikan kota ini untuk tempat mereka tinggal) terdapat banyak keluarga yang memiliki anak kecil sehingga saat terdengar kejadian tentang pembunuhan seorang anak kecil dengan tubuh yang diduga diperkosa dan kemaluan yang hilang, sontak menggegerkan seluruh penduduk di kota tersebut.

Anehnya, korban ditemukan sama sekali tanpa jejak pembunuhnya dan juga bersih seperti dilakukan dengan terencana. Setelah itu, tidak hanya sekali, kejadian itu terjadi lagi dengan kondisi korban yang sama namun dengan tambahan bagian tubuh lain yang hilang.

Apa sebenarnya motif pembunuh tersebut, terutama bagi pembaca yang sudah mengetahui pembunuhnya sejak bab tiga? Bagaimana dengan Honami yang sangat mengkhawatirkan anaknya yang dia lahirkan dengan susah payah? Lalu bagaimana dengan detektif Sakaguchi dan Tanizaki yang menyelidiki kasus ini?

IMG_20180121_105756

Sangat gila sekali ide dari Akiyoshi Rikako ini. Penulis sudah membocorkan pembunuh sejak awal dan membuat pembaca menjadi bingung sebenarnya apa yang menjadi tujuan dari novel ini, setidaknya aku bertanya-tanya tentang itu.

Menariknya, cerita dari Honami juga cukup menarik untuk diikuti dan sempat membuatku bersimpati di sepanjang cerita masa lampaunya. Seorang ibu yang mengalami kesulitan untuk melahirkan dan mencoba segala cara untuk tetap melahirkan seorang anak. Disini, banyak istilah medis terutama berkaitan dengan kehamilan yang dibahas. Selain itu, Honami juga sering membuka pandangan tentang perbedaan seorang ibu dan ayah.

Selain Honami, sudut pandang para detektif pun dibuat dengan menarik. Mereka dibuat dengan chemistry yang awalnya tidak ada lalu perlahan-lahan menunjukkan chemistry yang kuat. Mereka berbagi pandangan untuk tetap menjadi netral dan menjadikan semua narasumber adalah musuh mereka sehingga tidak mudah untuk menelan mentah-mentah perkataan yang mereka tangkap.

Setelah mengikuti terus tanpa henti dan sampai pada bab-bab akhir. Semuanya terbongkar. TERBONGKAR!

Entahlah, aku lelah, ingin mengumpat, ingin membuang bukunya, tapi juga lega, ingin berteriak ‘AKU SUDAH DIBODOHI OLEH AKIYOSHI RIKAKO’. Dibodohi dua kali tepatnya. Cerita yang dia sampaikan membuat aku mengikuti apa yang Akiyoshi mau, tetap berada di ceritanya karena ini miliknya dan kau tidak bisa melenceng sedikitpun sampai aku (Akiyoshi) yang membongkarnya sendiri.

Anak ini terlahir untuk menjadi bahagia. – Honami

Sudahlah. Aku sudah bingung ingin berkomentar apa lagi. Di novel pertamanya ini yang kubaca sudah pantas sekali untuk diberikan sebanyak-banyaknya bintang.

JADI! KAU HARUS MEMBACANYA SUPAYA IKUT TERTIPU, OKE!

Read and Imagine All the Time.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s